BAGANSIAPIAPI - Tokoh muda Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dr Muhammad Maliki MKM yang juga merupakan kader Partai Nasdem menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Bupati Rohil periode 2024-2029.
Hal itu dibuktikan Maliki dengan mengembalikan formulir bakal calon Bupati Rohil ketiga partai sekaligus yakni PDIP, PPP dan PKS, Senin (20/5/2024) di Bagansiapiapi.
Bersama dengan tim, Maliki menyambangi satu persatu kantor partai tersebut. Pertama Maliki menyerahkan formulir bakal calon Bupati Rohil kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), selanjutnya ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan terakhir ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Maliki mengatakan bahwa dirinya merupakan satu-satunya kader Nasdem yang diajukan untuk bakal calon Bupati Rohil. Secara logika sebut Maliki, kalau ada kader internal yang maju kenapa harus kader eksternal yang diusung.
"Untuk itu saya sangat optimis untuk maju sebagai bakal calon Bupati Rohil terutama optimis diusung oleh Partai Nasdem. Saya ini intens berkomunikasi dengan pengurus DPP terutama dengan Ananda Surya Paloh yang merupakan teman baik saya, apalagi dengan Ketua DPW NasDem Riau Willy Aditya juga berhubungan baik. Jadi dengan ini kuat dukungan kepada saya untuk maju sebagai bakal calon Bupati Rohil untuk Pilkada 2024 mendatang," ujarnya.
Selain ketiga partai tersebut, Maliki juga sudah mengembalikan formulir bakal calon Bupati Rohil ke Partai PKB, Demokrat dan PSI. Jadi keseluruhannya ada total enam partai yang sudah didaftarkan Maliki.
Kemungkinan sebut Maliki, akan ada tiga nama calon wakil bupati yang muncul, satu dari Partai PKS, satu dari Partai PKB, dan satu orang lagi dari partai diluar yang kedua ini. Sementara untuk bakal calon Bupati Rohil ada beberapa nama yang muncul hari ini, dan Maliki yakin selangkah lebih didepan.
"Nasdem-PKB atau Nasdem-PKS sudah cukup kursi untuk maju di Pilkada Rohil 2024 ini," tuturnya.
Maliki juga mengutarakan alasannya memilih maju di Pilkada Rohil tahun ini karena melihat keadaan Rohil hari ini yang tidak baik-baik saja, sehingga beberapa tokoh lain pun juga ikut maju.
"Kali ini saya hanya ingin maju sebagai bakal calon Bupati Rohil bukan sebagai wakil. Kalaupun incumbent mengajak bersanding, saya tetap ingin sebagai bakal calon bupati. Di Pilkada 2020 lalu, saya dengan incumbent pernah melakukan pertemuan untuk maju saat itu, namun saya katakan saya tidak ingin sebagai wakil bupati, makanya saya tidak jadi maju," jelasnya. (rif)