1.653 Sekolah Dicoret dari Penerima MBG, BGN Ungkap Alasannya

Foto: Dwi/detikcom
Penulis: Ifan Ar Uzan
Jumat, 11 September 2026 | 11:38:53 WIB

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemutakhiran data sasaran penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya, sebanyak 1.653 satuan pendidikan dikeluarkan dari daftar penerima program tersebut.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan mayoritas satuan pendidikan yang dicoret merupakan sekolah swasta bertaraf internasional hingga sekolah yang dinilai sudah mampu secara finansial.

"Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansial tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana BOS," kata Sudaryono dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

340 Ribu Sekolah Sudah Dapat MBG

Sudaryono mengatakan pemutakhiran data dilakukan BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.

Pendataan tersebut mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia, mulai dari sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren hingga satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. Sementara sekitar 240.000 satuan pendidikan lainnya belum menerima program tersebut.

"Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya. Artinya, masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG," ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, pemutakhiran data dilakukan agar perluasan MBG dapat berjalan secara terukur. BGN juga ingin memastikan perluasan layanan mempertimbangkan prioritas serta kondisi masing-masing wilayah.

Di sisi lain, BGN mengaku menerima banyak permohonan dari sekolah yang hingga kini belum mendapatkan layanan MBG.

Sudaryono mengatakan permohonan tersebut akan ditindaklanjuti. Namun, sekolah tidak otomatis langsung mendapatkan layanan karena BGN akan melakukan investigasi dan pemetaan terlebih dahulu.

"Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai," kata Sudaryono.

BGN menyatakan pemutakhiran data ini menjadi bagian dari upaya memastikan penyaluran MBG dilakukan kepada sasaran yang sesuai sekaligus mendukung perluasan program secara bertahap.(*)

Reporter: Ifan Ar Uzan