Tujuh Tahun Mangkrak, Masyarakat Desak Kepastian Pembangunan Masjid Cheng Ho Rokan Hilir

Rencana besar pembangunan Masjid Laksamana Muhammad Cheng Ho di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rohil, Riau, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.
Penulis: Redaksi
Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:13:00 WIB

ROKAN HILIR – Rencana besar pembangunan Masjid Laksamana Muhammad Cheng Ho di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Sudah tujuh tahun berlalu sejak pemancangan tiang pertama dilakukan pada 19 Juni 2019, namun proyek yang digadang-gadang menjadi ikon baru wisata religi di Provinsi Riau ini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Masjid yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas dua hektare di areal Pujasera Bagansiapiapi ini, awalnya diresmikan oleh Syamsuar yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Riau. Proyek monumental ini dirancang bukan sekadar sebagai rumah ibadah, melainkan sebuah simbol keberagaman yang memadukan arsitektur budaya Tionghoa dan Melayu yang terintegrasi.

Desain megah masjid dua lantai ini direncanakan memiliki seribu kubah—merepresentasikan julukan Rokan Hilir sebagai ‘Negeri Seribu Kubah’. Selain itu, kawasan ini diproyeksikan menjadi kompleks religi dan budaya terpadu yang dilengkapi dengan miniatur Bakar Tongkang, pusat kajian Al-Qur'an, Islamic Center, gedung Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), taman bermain, gedung pertemuan, serta dua menara setinggi 25 meter dengan 17 tingkatan.

Meskipun memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi sektor budaya, pendidikan, dan pariwisata Rokan Hilir, kelanjutan proyek ini seolah berjalan di tempat. Kondisi ini memicu desakan dari masyarakat setempat yang mulai mempertanyakan komitmen pemerintah dan pihak terkait.

"Apakah pembangunan ini akan dilanjutkan? Jika iya, kapan? Kami butuh kejelasan mengenai skema dan tahapan pembangunan berikutnya agar proyek yang sudah dimulai sejak 2019 ini tidak kehilangan arah," ujar Arif, salah seorang warga Bagansiapiapi.

Masyarakat Rokan Hilir berharap pemerintah daerah dan pihak pengembang segera memberikan transparansi dan langkah konkret demi mewujudkan Masjid Laksamana Muhammad Cheng Ho dari sekadar rencana menjadi kenyataan.

Reporter: Redaksi