ROHUL – Festival Qur’an V tingkat SD/MI se-Kabupaten Rokan Hulu kembali digelar sebagai wadah untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi generasi muda di bidang Al-Qur’an. Kegiatan yang memperebutkan Piala Bergilir Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rokan Hulu tersebut berlangsung di Convention Hall Islamic Centre Rokan Hulu, Rabu (7/10/2026).
Festival Qur’an V yang ditaja SMP Negeri Tahfiz Madani Pasir Pengaraian ini mengusung tema “Gelar Prestasi Karena Ilahi, Jadikan Generasi Qurani untuk Mencapai Negeri yang Dipancari Nur Ilahi.”
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 208 peserta dari SD/MI se-Kabupaten Rokan Hulu. Para peserta berkompetisi dalam sejumlah cabang, di antaranya tilawah putra-putri serta tahfiz putra-putri untuk hafalan 1 dan 2 juz.
Acara ini dibuka oleh Bupati Rokan Hulu yang diwakili Kepala Disdikpora Kabupaten Rokan Hulu, Alreza Ahyu, S.E., M.Si., Ak. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd.I., perwakilan RSUD Rokan Hulu, Kepala SMP Negeri Tahfiz Madani, tenaga pendidik, panitia, peserta lomba, serta para orang tua yang mendampingi.
Dalam sambutannya, Alreza Ahyu menyampaikan bahwa Festival Al-Qur’an telah memasuki pelaksanaan tahun kelima dan diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.
“Ini sudah menjadi tahun kelima. Kami ingin kegiatan ini terus dilaksanakan dan menjadi kegiatan rutin setiap tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga harus mencakup kemampuan membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan jumlah sekitar 381 SD negeri dan swasta di Kabupaten Rokan Hulu, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang belum mengirimkan perwakilan dalam Festival Qur’an tersebut.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Festival Qur’an V ini adalah adanya kesempatan bagi peserta berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Tahfiz Madani Pasir Pengaraian.
Untuk cabang tilawah, peserta yang meraih juara satu, dua dan tiga akan diprioritaskan untuk mengikuti proses penerimaan di SMP Negeri Tahfiz Madani. Sementara untuk cabang tartil dan tahfiz, prioritas diberikan kepada peraih juara pertama.
Alreza juga menegaskan bahwa pengembangan pendidikan Al-Qur’an tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, Kementerian Agama, sekolah, guru, orang tua serta lembaga pendidikan keagamaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Qur’an V, Jatifah, S.Ag., mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan SMP Negeri Tahfiz Madani Pasir Pengaraian setiap tahun.
Menurutnya, terdapat beberapa tujuan utama yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut. Pertama, mempererat ukhuwah dan silaturahmi antarpelajar SD/MI se-Kabupaten Rokan Hulu.
Kedua, memberikan apresiasi kepada anak-anak yang selama ini telah bersungguh-sungguh mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.
Ketiga, Festival Qur’an diharapkan mampu menjadi wadah untuk menemukan bibit-bibit qari, qariah, hafiz dan hafizah terbaik dari Kabupaten Rokan Hulu
“Anak-anak kita yang di tingkat SD dan MI sudah bersusah payah menghafal Al-Qur’an. Karena itu, kita memberikan apresiasi terhadap hafalan mereka agar mereka semakin semangat untuk terus menghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Bibit-bibit tersebut nantinya tidak hanya dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Tahfiz Madani, tetapi juga diharapkan dapat menjadi bagian dari kafilah Rokan Hulu dalam menghadapi berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di tingkat kabupaten maupun jenjang berikutnya.
“Dari kegiatan ini kita ingin menciptakan qari-qariah, para hafiz dan hafizah yang terbaik. Selain untuk melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Tahfiz Madani, mereka juga kita persiapkan dalam rangka MTQ tingkat Kabupaten Rokan Hulu,” jelas Jatifah.
Melalui kompetisi yang sehat, apresiasi terhadap prestasi dan dukungan pendidikan berkelanjutan, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan dan kedekatan dengan Al-Qur’an.