Jaga Stabilitas Kamtib, Lapas Bagansiapiapi Tekankan Pentingnya Taat Aturan dan Pembinaan
UJUNG TANJUNG – Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berkomitmen penuh dalam menjaga situasi lingkungan pemasyarakatan agar tetap aman, kondusif, serta transparan. Sebagai langkah nyata, jajaran pengamanan kembali menggelar kegiatan deteksi dini guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di area blok hunian.
Kegiatan komprehensif ini meliputi pemeriksaan fisik warga binaan, penggeledahan kamar, hingga pengawasan ketat terhadap sarana dan prasarana (sarpras). Dipimpin langsung oleh Ka. KPLP, Yocky Prima Nugraha, A.Md.P., S.H., bersama jajaran pengamanan, seluruh rangkaian pemeriksaan dipastikan berlangsung secara humanis. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran sarpras maupun modifikasi ilegal pada kamar hunian. Warga binaan pun menyambut kehadiran petugas dengan penuh disiplin serta bersikap kooperatif.
Dalam arahannya, Ka. KPLP menyampaikan penekanan khusus dari Kalapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, mengenai pentingnya kesadaran menjaga ketertiban bersama.
"Atas arahan Bapak Kalapas, kami ingatkan seluruh warga binaan untuk selalu menjaga kebersihan, mematuhi aturan, dan tidak melakukan pelanggaran. Lingkungan yang aman dan tertib adalah kenyamanan kita bersama," ujar Yocky Prima Nugraha.
Selain penegakan disiplin, Lapas Bagansiapiapi juga memberikan sosialisasi penting mengenai hak dan kewajiban integrasi warga binaan. Pesan ini disampaikan oleh Kasubsi Bimkemaswat, Islam Prayongono, yang menekankan bahwa pemenuhan hak integrasi berjalan selaras dengan kepatuhan hukum di dalam Lapas.
"Sesuai arahan Bapak Kalapas Agus Imam Taufik, syarat utama untuk mendapatkan program integrasi adalah aktif mengikuti pembinaan dan taat pada tata tertib," tegas Islam Prayongono.
Melalui sinergi penertiban berkala dan sosialisasi yang berkelanjutan ini, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman bagi petugas sekaligus mendukung pemulihan dan pemenuhan hak-hak warga binaan secara optimal.