Update Covid-19 di Inhu 30 April 2020, 1 Orang PDP Asal Peranap Diisolasi di RSUD Indrasari 

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jawalter, M.Pd saat membacakan siaran pers di Posko Covid-19 di Kecamatan Lirik

INHU - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhu, Jawalter Situmorang, M.Pd dalam siaran pers, Kamis 30 April 2020 siang kembali merekapitulasi data pantauan corona di Kabupaten Inhu.

Dalam siaran pers yang bertempat di Posko Covid-19 Kecamatan Lirik tersebut, Jawalter menyampaikan bahwa, berdasarkan update data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Inhu tanggal 29 April 2020 terdapat 34 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 0 Kasus Terkonfirmasi (Positif).

"Untuk ODP kumulatif dari tanggal 22 Maret - 29 April 2020 sebanyak 399 orang, dan telah selesai pemantauan sebanyak 365 orang," sebut Jawalter.

Lebih jauh Jawalter menyampaikan, hingga saat ini total ODP yang telah menjalani rapid test berjumlah 271 orang dengan hasil 270 negatif dan 1 orang reaktif. Sementara itu, hasil kumulatif Pelaku Perjalanan (PP) dari tanggal 28 Maret - 29 April 2020 adalah 3727 orang dengan rincian, PP dalam pemantauan 994 orang dan PP selesai pemantauan 2.733 orang.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhu, dr Nispi Anggraini, Sp.P membenarkan saat ini tim medis RSUD Indrasari Rengat di Pematang Reba tengah merawat seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Pasien tersebut berjenis kelamin pria, bekerja sebagai petani dengan berdomisili di kecamatan Peranap. " Beliau sudah tiga hari ini kami rawat, terhitung sejak tanggal 28 April yang lalu," ujar Nispi saat dikonfirmasi wartawan via seluler.

Dokter spesialis paru di RUSD Indrasari tersebut mengungkapkan, dari keterangan pasien PDP yang tidak disebut nama itu mengaku pernah kontak dengan keluarga yang domisilinya di Pekanbaru. 

"Katanya dia ada kontak langsung dengan anaknya dan gejala pasien antara lain, mencret dan batuk, serta juga punya rekam medis penyakit TBC," sambung Nispi.

Karena pasien masuk PDP, kata Nispi, penanganan kepada pasien disesuaikan dengan protap penanganan pencegahan Covid-19 termasuk dilakukan isolasi dan pola penanganannya juga pakai Alat Pelindung Diri (APD).

"Untuk hasil uji Laboratorium Swab diprediksi dapat diterima dari Labor Pekanbaru setelah tiga hingga lima hari  kedepan," pungkasnya.***
 






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar