Ikuti Pelatihan Migas, 116 Media se-Nusantara Berkompetisi Dalam Publikasi Artikel Terbaik

Rabu, 07 Oktober 2020 | 21:40:00 WIB

PEKANBARU - Rabu(07/10/2020) Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (ASPERMIGAS) taja pelatihan untuk media baru-baru ini, dengan mengangkat tema "BISNIS PROSES MINYAK DAN GAS BUMI"
Tata cara bisnis, Regulasi dan Perundang-undangan Kontrak Kerjasama PSC dan Industri Bagi Negara.

Dengan menghadirkan trainer-trainer handal di tanah air yang berpengalaman rata-rata 30 tahun di bidang Migas, pelatihan diikuti 116 Media mulai dari Media cetak, siber dan Media elektronik se-Nusantara.

Pelatihan selama 2 hari ini dibagi dalam 2 gelombang, gelombang pertama mulai dari tanggal 25-26 September sementara gelombang kedua dimulai tanggal 02-03 Oktober tahun 2020, durasi perhari setiap gelombang dalam pelatihan masing-masing selama 4 jam.

Pelatihan untuk Media ini dipandu oleh Moshe Rizal (moderator merangkap trainer) untuk gelombang kedua diawali dengan pembicara utama dari Menteri ESDM Republik Indonesia, Arifin Tasrif.

Menteri ESDM mengatakan, kebijakan energi Nasional saat ini mulai beralih dari energi komoditas menjadi energi sebagai modal pembangunan.

"Sektor Migas telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian Nasional, selain sebagai penghasil devisa dan penerimaan Negara juga sebagai penyedia energi untuk kebutuhan dalam Negeri," kata Arifin.

Namun, lanjut Menteri ESDM, di satu sisi produksi Migas khususnya minyak bumi relatif mengalami penurunan setiap tahunnya, lebih kurang 20 tahun terakhir.

Selanjutnya Pembicara Utama kedua Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengulas pentingnya setiap jurnalis memahami substansi, konten dan konteks karena bagian tugas media itu adalah edukasi dan pencerahan, kalau tidak pemberitaan justeru akan berakibat kepada pembodohan dan penyesatan bagi Publik.

"Disinilah letak pentingnya mengikuti pelatihan bisnis proses Migas dari hulu ke hilir bagi para Media," ujar mantan Menteri Pendidikan ini.

Menyinggung pandemi Covid-19 yang kian hari semakin meningkat, Ketua Dewan Pers berpesan agar setiap Jurnalis selalu dalam tulisannya menggelorakan optimisme Publik dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan Pemerintah saat ini.

Ketua Aspermigas Jhon S. Karamoy di sesi berikutnya menyampaikan, program ini adalah bimbingan dan pelatihan kepada para Media di bidang proses Migas.

"Saya berharap rekan-rekan Media setelah mengikuti pelatihan ini mendapat tambahan wawasan dan bisa mempublikasikan pemberitaan mengenai Migas secara akurat," pintanya.

Materi pelatihan pertama sekali disajikan dan dijelaskan secara detail oleh Presiden Direktur PT. RTG Moch Abadi yang membahas tentang tata cara operasi hulu Migas: Eksplorasi, POD dan Produksi dengan penjelasan sebagai berikut: Eksplorasi (mencari ladang minyak), Drilling Actifity (kegiatan pengeboran), Well Completion (memasang peralatan dalam sumur minyak agar bisa diproduksi), Eksploitasi (memproduksi migas sampai optimal), Plug and Abandonment (penutupan sumur yang tidak berproduksi lagi).

Trainer berikutnya di hari pertama gelombang kedua dipaparkan oleh EX. Senior Economist LEMIGAS Silambi Palama  yang menerangkan Tata Cara Penawaran Lapangan, Kontrak dan Kerja Sama KKKS dan Investasi juga diterangkan secara gamblang oleh pemateri.

Memasuki hari-2 pelatihan gelombang kedua, pelatihan kembali dibuka oleh Moshe Rizal sebagai moderator dan yang menjadi pembicara utama awal pelatihan adalah Ketua Aspermigas Jhon. S Karamoy.

Ketua Aspermigas dalam pelatihan hari-2 gelombang kedua ini menyampaikan, pembahasan Midstream Hilir Industri Migas sangat penting dan perlu diketahui masyarakat luas.

"Bagaimana kita meningkatkan nilai tambah  bagi Industri Migas, dan sudah saatnya untuk menurunkan Impor Migas di Tanah Air," sebutnya.

Mendapat giliran kedua sebagai pembicara utama Direktur Logistik dan Infrastruktur PT. Pertamina (Persero) Mulyono menuturkan, Pertamina berkomitmen menyediakan BBM (Bahan Bakar Minyak) 1 (Satu) harga bagi masyarakat yang tinggal di daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Teringgal)

Mulyono juga memberitahukan bahwa salah satu tugas Pertamina itu ialah menjamin ketersediaan BBM di seluruh Indonesia.

Masuk kepada sesi pelatihan di hari-2 gelombang kedua dimulai dengan Trainer Direktur PT. SPAB dan PT. Amaranz Energi Indonesia Pudjo Suwarno mengedukasi para peserta pelatihan mengenai tata cara Operasi Midstream dan Hilir Migas: Logistik, Trading, Operasi Kilang dan Petrochemical.

Dan selanjutnya materi pelatihan disampaikan oleh Direktur Op. PT. RTG yang juga menjabat sebagai Sekjen di Aspermigas Moshe Rizal dengan mengambil tema pelatihan Situasi dan Proyeksi Migas Secara Nasional dan Global dan juga membahas tentang kondisi minyak rendah pada situasi Pandemi Covid-19.

Semua paparan materi disampaikan oleh para trainer secara gamblang dan dapat dimengerti, usai pelatihan para peserta pelatihan bisa berkompetisi dalam publikasi artikel terbaik, 6 artikel terbaik akan mendapatkan hadiah dan piagam dari Aspermigas.

Para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti pelatihan sampai selesai, ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang masuk ke ruang chat Zoom dari peserta pelatihan. Semoga ke depannya pelatihan seperti ini bisa diadakan kembali guna menambah ilmu dan wawasan bagi Media se-Nusantara. (Bambang Irawan).

 

Terkini