BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah merealisasikan pengadaan alat berat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025.
Pengadaan alat berat jenis motor grader dan vibro roller ini dilakukan sebagai upaya Pemkab Rohil untuk mengatasi kerusakan jalan dan mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa harus selalu menunggu proyek pengaspalan.
Bupati Rohil H Bistamam menyerahkan langsung dua unit alat berat baru tersebut kepada Kepala Dinas (Kadis) PUPR Khoirul Fahmi ST di Kantor Dinas PUPR, Bagansiapiapi, Selasa (23/12/2025).
Kadis PUPR Rohil Khoirul Fahmi menegaskan, bahwa pengadaan alat berat tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam merespons keluhan infrastruktur.
Pengadaan ini, tegas dia, merupakan instruksi dan komitmen Bupati untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan di seluruh wilayah Rohil.
Kadis PUPR Rohil menambahkan, bahwa alat berat tersebut disiapkan untuk memperbaiki ruas-ruas jalan yang rusak, melakukan perawatan rutin, serta membuka akses jalan baru guna mendukung mobilitas masyarakat.
Dengan adanya unit alat berat milik dinas sendiri, sebut dia, diharapkan proses perbaikan infrastruktur dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus selalu bergantung pada pihak ketiga atau penyewaan alat.
"Alhamdulillah alat berat yang sekarang ini berada di depan Kantor PUPR merupakan komitmen bupati terhadap masyarakat, untuk membantu memperbaiki ruas-ruas jalan yang ada di Rohil," ungkapnya.
Khoirul Fahmi memaparkan, untuk anggaran alat ini untuk grader lebih kurang Rp 2,9 miliar, sedangkan untuk vibro roller lebih kurang Rp 1,2 miliar. Saat ini Dinas PUPR Rohil memiliki beberapa alat berat, termasuk satu unit grader, satu unit vibro roller, satu unit doser, dan enam unit excavator.
"Insyaallah pengadaan alat berat ini setiap tahunnya akan kita lakukan untuk meningkatkan kemantapan jalan yang saat ini baru mencapai 37 persen," ucapnya.
Pengoperasian alat ini, lanjut dia, didasarkan pada masukan dan usulan masyarakat mengenai ruas jalan mana saja yang harus diperbaiki di setiap kepenghuluan.
"Kalau kita punya alat sendiri, minimal kita bisa memeliharanya. Keterbatasan anggaran saat ini, untuk aspal saja lebih kurang Rp 6 miliar per kilometer, sedangkan rigid (beton kaku) lebih kurang Rp 10 miliar per kilometer. Karena anggaran terbatas, lebih baik kita mengadakan alat berat dulu, lalu memelihara jalan yang sudah ada, mengingat rata-rata jalan kita masih jalan tanah, dengan total panjang lebih kurang 1.774 kilometer," tuturnya.
Saat ini, Dinas PUPR Rohil masih sangat kekurangan alat berat. Untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat secara optimal, sebaiknya dialokasikan minimal satu unit alat berat per kecamatan.
Dengan kebutuhan dana yang sangat tinggi untuk proyek fisik, terang Kadis, pengadaan alat berat secara bertahap setiap tahunnya justru lebih efisien dalam jangka panjang untuk menunjang kegiatan pemeliharaan dan pembangunan rutin.
"Intinya, tadi bupati menyampaikan agar alat dijaga baik-baik, dipelihara baik-baik, dan digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat," tutur Kadis PUPR Rohil.
Selain pengadaan alat berat, Dinas PUPR Rohil juga melakukan pemeliharaan alat berat agar tetap optimal, awet, dan dapat digunakan maksimal untuk percepatan penanganan jalan rusak, serta mendukung program infrastruktur berjalan cepat, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penyerahan alat berat tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Dinas PUPR Rohil Redison SAP MSi, Kabid Jalan dan Jembatan Abdul Halim, Kabid SDA Hermanto, Kabid Pemeliharaan Jalan Indra Satria ST, Kabid Cipta Karya Tito, Kabid Jasa Konstruksi Irwansyah ST MSi, serta para Kasubbag dan staf Dinas PUPR Rohil. (rif)