ROHIL - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan target penyelesaian program revitalisasi sekolah secara nasional pada pertengahan hingga akhir Desember 2025.
Karena itu, Pengawas dari Kemendikdasmen, yaitu Fasilitator Rio Syahputra dan Koordinator Dr. Nurdin, S.T., M.T., meninjau kondisi revitalisasi sekolah, salah satunya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Kepenghuluan Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) untuk melihat sudah berapa persen progresnya.

Dilihat dari pantauan sekolah, Fasilitator dan Koordinator menilai pembangunan SDN 007 sangat bangus. Pembangunan tersebut baru mencapai 90% penyelesaian. Kekurangan yang tersisa tersebut perlu diselesaikan, dan telah diberikan waktu tambahan 10 hari untuk menyelesaikan 10% pekerjaan yang tersisa, sehingga sekolah dapat siap sepenuhnya.

Kepala SDN 007 Bagan Jawa, Hj. Jumiati, S.Pd., menerangkan, pembangunan yang belum mencapai tahap penyelesaian adalah rehabilitasi WC atau toilet.
"Alhamdulillah, pada hari ini, Sabtu, 13 Desember 2025, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tadi, Bapak Fasilitator dan Koordinator telah datang untuk meninjau kondisi revitalisasi pembangunan tahun 2025," ucapnya.
Saat itu, Fasilitator dan Koordinator turut didampingi oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohil Budi, Pengawas Hendro Jaya Saputra, Kepala SDN 007 beserta Bendahara Sekolah Saminah, S.Pd.
"Alhamdulillah, perkembangan pembangunan hingga saat ini berjalan sangat baik, tanpa adanya hambatan atau kendala yang signifikan. Apabila muncul permasalahan, akan segera kami perbaiki, dan jika terdapat kekurangan, akan kami lengkapi," ungkapnya.
Revitalisasi sekolah ini dilaksanakan melalui skema swakelola dengan dana langsung ke sekolah dan melibatkan partisipasi masyarakat untuk percepatan dan transparansi, serta diharapkan meningkatkan mutu pendidikan dan ekonomi lokal.
Dana revitalisasi ini dikelola langsung oleh sekolah melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan pendampingan teknis oleh Kemendikdasmen sehingga lebih cepat dan akuntabel.
Dampak ekonominya adalah mempercepat pergerakan ekonomi warga sekitar karena masyarakat terlibat langsung dalam pekerjaan konstruksi.
Kemudian kegiatan pendampingan juga dilakukan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) secara terus menerus untuk memastikan target tercapai dan program efektif.
Tujuan revitalisasi sekolah ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional, serta mendorong motivasi belajar dan meningkatkan keterampilan digital murid melalui dukungan sarana prasarana yang layak. (Tim)