ROKAN HILIR – Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) merayakan hari jadinya yang ke-26 tahun 2025 dengan mengusung tema “Rohil Betuah”. Namun, di tengah semarak perayaan, sejumlah pihak mengingatkan agar momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan ajang refleksi atas capaian pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis dan pemerhati daerah, Alhassanbasri, menilai usia 26 tahun seharusnya menjadi titik evaluasi bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa kekayaan alam yang dimiliki Rohil, seperti minyak, gas, perikanan, dan perkebunan, memang merupakan anugerah besar, namun belum sepenuhnya terkonversi menjadi kesejahteraan merata bagi warga.
“Kita patut bertanya, apakah kekayaan alam ini sudah benar-benar diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh anak negeri?” ujarnya dalam tulisannya berjudul Wajah Rokan Hilir di Usia 26 Tahun yang Masih Buram.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan besar yang belum tuntas, mulai dari pemerataan pembangunan hingga peningkatan kualitas layanan publik.
Pertama, sektor infrastruktur dan konektivitas masih menghadapi kesenjangan. Meskipun pembangunan tampak di ibu kota kabupaten, banyak daerah terpencil yang belum menikmati jalan mulus, listrik stabil, dan akses internet layak.
Kedua, laju diversifikasi ekonomi dinilai lamban. Rohil dinilai terlalu lama bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan tanpa pengembangan inovasi sektor lain seperti industri pengolahan hasil perikanan dan kelautan.
Ketiga, kualitas layanan publik, terutama pendidikan dan kesehatan, perlu mendapat perhatian serius. Birokrasi yang lamban dan kurang transparan disebut masih menjadi hambatan dalam mewujudkan pelayanan yang bersih dan bermarwah.
“Peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, tapi momentum untuk memperbaiki diri. Kita harus menjadikan 26 tahun ini sebagai titik balik untuk menghasilkan prestasi nyata, bukan sekadar berbangga dengan ‘tuah’,” tegas Alhassanbasri.
Ia berharap momentum Hari Jadi ke-26 ini menjadi refleksi bersama untuk membawa Rokan Hilir ke arah yang lebih maju dan sejahtera, tidak hanya “Bertuah” karena anugerah alam, tetapi juga karena kerja keras, integritas, dan kesungguhan seluruh warganya dalam membangun daerah.**