KUANSING - Teluk Kuantan , Tak ada yang menyangka, tradisi yang dulu hanya riuh di kampung, kini menggema hingga ke panggung dunia.
Dari sungai-sungai di Kuantan Singingi ( Kuansing ) Propinsi Riau , lahir sebuah kisah yang menginspirasi.
Inilah Pacu Jalur, lomba perahu dayung yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing .
Namun, yang mencuri perhatian bukan hanya kecepatan perahu, melainkan sosok kecil di ujungnya ( Depan Jalur).
Dialah Naendra Arsyah Salam ( 3 Thn 8 Bulan ) Dengan Pangilan Sehari Hari Nean anak Dari Novendra ( 32) Yuliana ( 30 ), bocah Tiga Tahun Delapan Bulan Ini yang menari penuh semangat di ujung perahu jalur Saat Parade Jalur dari Kecamatan Inuman padasaat acara Pembukaan Pestival Pacu Jalur Tradisional Rabu ( 20 Agustus 2025 ) Siang di Tapian Narosa Teluk Kuantan .
Sejak usia Dini , Nean Mulai memberanikan tampil sebagai penari jalur ( Anak Joki).
Lewat gerakan khas yang disebut “aura farming,” Nean bukan sekadar Menjadi maskot Jalurnya untuk calon penerus anak joki beberapa Tahun Kedepan , tapi juga pemompa semangat para pendayung dan simbol budaya yang hidup.
Aksinya Jadi Sorotan Fhotografer Di tepi sungai Batang kuantan maupun di atas tribun penonton untuk dijadikan Publikasi di media sosial serta Influencer global hingga atlet dunia juga akan ikut menirukan gerakannya para joki anak Jalur.
Dari tradisi lokal, berubah menjadi tren global.
Dari sungai batang Kuantan Kabupaten Kuansing Propinsi Riau, semangat Indonesia mengalir ke seluruh dunia. 
Indonesia tak hanya kaya budaya, tapi juga kaya akan kisah-kisah yang menggugah dunia.
Mari jaga dan lestarikan, agar budaya kita tetap menjadi warisan bangsa bukan diklaim, bukan diambil, tapi diwariskan untuk generasi selanjutnya.
Semoga Nean Kedepannya Bisa sebagai duta pariwisata lokal, sekaligus jadi ikon baru kebanggaan Indonesia nantinya.