Rayakan Warisan Adat Natuna dengan Semangat Gotong Royong

Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:10:28 WIB
Acara dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh tokoh masyarkat setempat. (foto:jali)

NATUNA (riaukarya.com) - Pulau Tiga, menjadi pusat perayaan warisan budaya Natuna, melalui acara Kenduri Budaya Pulau Tiga 2025, yang digelar selama tiga hari tiga malam dari Rabu hingga Jumat, 13-15 Agustus 2025.

Acara ini diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Budaya (BPK) Wilayah IV Kepulauan Riau.

Pembukaan acara berlangsung meriah di Pelantar Rumah Tokoh Masyarakat Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna.

Sekretaris Camat Pulau Tiga Barat, Niko Lukmana, secara resmi membuka acara dengan pemukulan gong, didampingi Ketua Pelaksana Ardiyansyah dan para tamu undangan.

Ardiyansyah menegaskan bahwa kenduri ini bukanlah kemewahan, melainkan kegiatan organik yang lahir dari semangat gotong royong masyarakat.

Tujuan utama acara ini adalah menciptakan keberlanjutan ekosistem budaya dan menjadikan desa budaya sebagai penguat nilai strategis dan moral bangsa.

Ardiyansyah berharap kegiatan ini dapat memacu keterlibatan generasi muda dalam melestarikan warisan budaya Natuna. 

"Dalam tiga malam ke depan, berbagai kesenian Natuna akan tampil bergantian, agar generasi muda semakin bangga dan mau terlibat melestarikan warisan budaya kita," tambahnya.

Selama tiga hari, Pulau Tiga menjadi panggung besar bagi kekayaan seni tradisi Natuna, menampilkan:
Malam pertama, panggung budaya menampilkan Gazal, Lesung Alu, Teater Tari Tupeng, dan Zapin Tali, disiarkan langsung via live streaming.

Hari ke dua, lomba sampan tradisional, panggak gasing, dan permainan rakyat. Malamnya, hiburan di Lapangan Bola Pulau Tiga dengan Tari Tapok Kaleng, Teater Lang-Lang Buana, dan Gazal.

Hari ke tiga, Forum Group Discussion (FGD) bertema “Revitalisasi Warisan Budaya untuk Memperkuat Kearifan Lokal” dan malam puncak dengan Teater Mendu, Gazal, Gondang Silat, dan musik Gambus.

Acara nantinya akan ditutup dengan tradisi makan berdulang (makan bersama dalam satu wadah yang menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat).

Kepala Desa Pulau Tiga, Rozain, mengungkapkan rasa bangganya desanya terpilih menjadi tuan rumah dan berharap acara ini dapat membawa efek positif bagi perekonomian warga.

"Kegiatan ini memang banyak melibatkan masyarakat," pungkasnya. (Zani)

Tags

Terkini