Acara Tertutup Bupati Natuna Picu Kecurigaan

Sabtu, 05 Juli 2025 | 16:50:11 WIB
(foto:ilustrasi)

RiauKarya.com (Natuna)  -  Di luar agenda resmi dan tanpa momentum perayaan keagamaan, Bupati Natuna, Cen Suilan, secara mengejutkan menggelar jamuan makan malam bersama para pejabat tinggi daerah di Gedung Daerah pada Sabtu malam (5/7/2025). Undangan mendadak tersebut menimbulkan tanda tanya besar, terutama karena tidak diselenggarakan dalam momen penting seperti Hari Raya Idul Adha atau acara halal bihalal.

Kepala Bagian Protokol Pemerintah Daerah Natuna, Defrizal, saat dikonfirmasi sabtu (5/7/2025) menyampaikan bahwa acara tersebut hanyalah silaturahmi biasa. “Karena kesibukan selama ini, Ibu Bupati belum sempat ngobrol lama dengan para pejabat di kediamannya. Ini hanya temu ramah,” ujar Defrizal singkat.

Namun, alih-alih meredakan spekulasi, penjelasan itu justru memicu kecurigaan. Banyak pihak mempertanyakan urgensi dan waktu pelaksanaan jamuan tersebut. Terlebih, saat perayaan Idul Adha yang baru saja berlalu, tidak ada kegiatan serupa yang diagendakan oleh Bupati Cen Suilan. Lebih mencurigakan lagi, kegiatan makan malam kali ini disebut-sebut tertutup dari liputan media.

Selanjutnya defrizal juga menyebut bahwa media tidak diizinkan meliput acara tersebut dengan alasan yang tidak dijelaskan secara rinci. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa ada sesuatu yang ingin disembunyikan.


Menanggapi hal ini, Arizki, Pemimpin Redaksi Media Alreina, yang saat ini , sedang gencar memberitakan isu dugaan gratifikasi di lingkungan Pemda Natuna saat di konfrimasi sabtu (5/7/25) memberikan komentar yang cukup menohok. 

“Kalau saya sih berpikir positif saja, mungkin memang hanya silaturahmi. Tapi ya aneh juga. Tiba-tiba ada acara makan malam, alasan klasik: karena kesibukan. Memangnya sibuk apa? Idul Adha kemarin setahu saya Ibu Bupati di Natuna, tapi tak ada acara halal bihalal. Jadi aneh kalau sekarang tiba-tiba mengundang para pejabat tanpa kejelasan,” tutur Arizki.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tetap percaya pada profesionalitas aparat penegak hukum di Natuna. “Kalau pun ada hal yang terselubung, saya yakin cepat atau lambat akan terungkap. Penegak hukum kita profesional, tidak akan terpengaruh hanya karena jamuan makan malam,” tegasnya.

Fenomena ini menjadi catatan penting bagi publik. Di tengah isu-isu sensitif seperti dugaan gratifikasi dan rendahnya transparansi pemerintahan, acara yang digelar secara tertutup justru memberi ruang bagi spekulasi liar. Seharusnya, pejabat publik memberikan contoh keterbukaan, bukan menciptakan ruang-ruang eksklusif yang mengundang kecurigaan.

Apakah benar ini hanya silaturahmi biasa? Ataukah ada sesuatu yang disembunyikan dari pandangan publik? Waktu yang akan menjawab.(**)

Tags

Terkini