Survei Pembangunan Jembatan Gantung, Kades Aprisal SH Dampingi Tim Kementrian PUPR

Senin, 02 Juni 2025 | 19:59:07 WIB
Kades Bandar Padang Aprisal SH Poto Bersama Tim J2PN Kementrian Pupr Usai Meninjau Lokasi Jembatan Gantung

INHU - Mimpi masyarakat Desa Bandar Padang Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, untuk mendapatkan jembatan gantung penyebrangan sungai Cenaku akan terwujud. Terlihat rombongan tim BPJN Riau Ditjen Bina Marga Kementrian PUPR Senin (2/6/2025) melakukan survei lokasi pembangunan jembatan gantung di Desa Desa Bandar Padang.

Tim Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (J2PN) Kementrian PUPR dipimpin Asrilchan yang merupakan Asisten Perencanaan dan Pemograman Teknis P2JN Riau didampingi PUPR Inhu dan Kepal desa Beligan Aprisal SH serta ketua BPD Desa Bandar Padang.

"Kami melakukan survei dan penilaian kelayakan pembangunan jembatan gantung di Desa Beligan yang diusulkan oleh bupati Inhu kepada kementrian PUPR, salah satu penilainya kelayakannya adalah soal lahan yang dipastikan tidak bermasalah," kata Asisten Perencanaan dan Pemograman Teknis P2JN Riau Kementrian PUPR, Asrilchan.

Kementrian PUPR kata Asrilchan mengharapkan dukungan semua pihak agar pembangunan jembatan gantung tersebut tidak menimbulkan masalah dilapangan. "Kami hanya melaksanakan tugas dari kementrian untuk penilaian kelayakan pembangunan jembatan gantung di Desa Bandar Padang ini sesuai usulan Bupati Inhu dari jumlah 11 pembangunan jembatan gantung di Inhu," kata Asrilchan.


Semantara itu, kepala desa Bandar Padang, Aprisal SH mengharapkan segera terealisasi pembangunan jembatan gantung Bandar Padang yang sudah lama diimpikan masyarakat. "Alhamdulillah harapan masyarakat Desa Bandar Padang akhirnya terwujud dan hari ini sudah dilakukan survei pembangunan jembatan gantung di Dusun I Sungai Mandian penyebrangan Sungai Cenaku di Bandar Padang," kata Aprisal.

Sebagai kepala desa, Aprisal menyampaikan harapannya kepada tim Kementrian PUPR yang melakukan peninjauan atau survei terkait rencana pembangunan jembatan gantung di desanya dapat segera terealisasi. Jembatan gantung di Dusun I Sungai Mandian yang direncanakan akan menghubungkan Desa Bandar Padang dengan Kelurahan Pangkalan Kasai.

Keberadaan jembatan gantung tersebut sangat vital bagi masyarakat Desa Bandar Padang, terutama sebagai akses utama untuk mengangkut hasil-hasil alam dari sektor perkebunan seperti kelapa sawit dan karet. Puluhan tahun masyarakat menggunakan rakit tali untuk menyebrangkan hasil alam, akses yang terbatas menjadi kendala dalam distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Desa Bandar Padang.

"Kami sangat berharap dengan peninjauan ini bisa segera di eksesi pembangunannya. Jembatan gantung ini bukan hanya penghubung antar desa dengan kelurahan, tapi juga sangat penting bagi perekonomian warga desa Bandar Padang," ujar Aprisal.

Kades Aprisal menambahkan, dengan terbangunnya jembatan gantung di Dusun I Beligan, mobilitas masyarakat akan lebih lancar, dan distribusi hasil alam bisa dilakukan dengan lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. *


Bupati Ade Usulkan 11 Jembatan Gantung

Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto, SSos MSi, telah mengusulkan pembangunan jembatan 11  gantung yang tersebar di Kabupaten Inhu kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam kunjungan ke sejumlah kementerian belum lama ini mulai mendapatkan titik terang.

Jembatan yang diusulkan Bupati Ade sangat dinantikan warga sebagai akses utama penyebrangan dan jalur pengangkutan hasil-hasil alam, seperti kelapa sawit dan karet, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Tak hanya jembatan di Desa Bandar Padang, dalam usulannya kepada Kementerian PUPR, Bupati Ade juga menyertakan rencana pembangunan 11 jembatan gantung lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Inhu. Di antaranya adalah jembatan gantung Sei Batang Peranap di Desa Pesajian, jembatan gantung di Desa Rantau Langsat, Desa Buluh Rampai, Desa Kota Medan, Desa Ringin, Desa Usul, Desa Lahai Kemuning, Desa Anak Talang, dan Desa Puti Kayu.

"Usulan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan infrastruktur dasar bagi masyarakat, terutama akses transportasi yang menunjang perekonomian dan kehidupan sosial warga," ujar Bupati Ade dalam keterangan kemarin.

Upaya pembangunan insfratruktur yang disampaikan Bupati Ade disambut baik masyarakat, diharapkan pembangunan jembatan gantung tersebut dapat segera direalisasikan. Kehadiran jembatan gantung dinilai akan mempercepat mobilitas warga sekaligus meningkatkan pendapatan melalui kelancaran distribusi hasil perkebunan.


Setelah dilakukan survei oleh kementrian PUPR, segera terealisasinya pembangunannya, diharapkan kualitas hidup masyarakat di desa-desa terpencil semakin meningkat dan kesenjangan infrastruktur antarwilayah dapat ditekan.*

Manfaat Jembatan Gantung Bagi Desa Bandar Padang

Jembatan gantung yang direncanakan memiliki panjang lebih kurang 60 meter dan lebar 1,8 meter menyebrangi Sungai Cenaku, menghubungkan Dusun I Sungai Mandian dengan Kelurahan Pangkalan Kasai, jembatan tersebut juga akan menjadi jalur penting untuk mobilitas warga dan pengangkutan hasil-hasil perkebunan seperti kelapa sawit dan karet.

Menurut Aprisal, manfaat dari pembangunan jembatan ini sangat besar, untuk masyarakat Desa Bandar Padang yang sudah lama mengharapkan sebagai pengganti rakit tali untuk transportasi penyebrangan sungai Cenaku di Bandar Padang.

Manfaat pertama adalah, Mempermudah akses transportasi warga antarwilayah yang sebelumnya harus menempuh jalur sungai atau rute memutar yang lebih jauh.

Meningkatkan kedua, efisiensi distribusi hasil pertanian dan perkebunan, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal karena terbukanya akses menuju pasar dan pusat aktivitas lainnya.


Manfaat jembatan gantung yang ke tiga di Desa Bandar Padang adalah, mempercepat pelayanan pemerintahan dan sosial, termasuk pendidikan dan kesehatan, bagi masyarakat desa maupun kelurahan di sekitarnya.

Pemerintah desa bersama masyarakat berharap pembangunan jembatan gantung di Desa Bandar Padang segera masuk tahap realisasi setelah diusulkan bersama 11 jembatan gantung lainnya oleh Bupati Ade Agus Hartanto kepada Kementerian PUPR. **ADV/JMSI


 


 


 

Terkini