INHU - Suasana haru dan bahagia menyelimuti acara pelepasan 14 siswa kelas VI SDN 017 Sungai Guntung, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, pada Sabtu (24/05/2025). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelepasan tahun ini dikemas dalam bentuk syukuran sederhana yang sepenuhnya digagas oleh para orang tua siswa sebagai ungkapan rasa syukur karena putra-putri mereka telah menyelesaikan Asesmen Akhir Pendidikan Dasar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara swadaya dan gotong royong oleh para wali murid, dengan persetujuan Komite Sekolah serta izin dari pihak sekolah untuk menggunakan lokasi kegiatan.
“Pelaksanaan syukuran ini sepenuhnya merupakan inisiatif orang tua wali murid. Kami dari pihak sekolah hanya diundang untuk hadir dalam acara tersebut. Selain saya selaku Kepala Sekolah, acara juga dihadiri oleh majelis guru, staf tata usaha, penjaga sekolah, Komite Sekolah, dan Alhamdulillah, Ibu Pengawas SD, Ibu Asma, S.Pd, juga turut membersamai dalam acara syukuran ini,” jelas Kepala SDN 017 Sungai Guntung, Neni Eliyani, S.Pd, kepada wartawan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).
Meski sederhana, suasana syukuran berlangsung hangat dan penuh makna. Ruang kelas yang biasa digunakan untuk belajar, hari itu dipenuhi tawa, haru, dan rasa bangga dari para orang tua serta guru atas keberhasilan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan dasar.
Dalam sambutannya, Neni Eliyani menyampaikan harapannya agar para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi serta mampu mengamalkan ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama bersekolah.
“Semoga anak-anak kita bisa melanjutkan ke SMP dan tetap semangat belajar. Namun yang paling penting adalah bagaimana ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan di sekolah ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun karakter—jujur, disiplin, santun, dan bertanggung jawab. Itu bekal utama mereka untuk menghadapi masa depan,” ungkap Neni dengan penuh haru.
Ketua Komite Sekolah, Rika Herlina, A.Ma.Kom, turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif para orang tua. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pelepasan formal, tetapi juga bentuk penghormatan dan cinta terhadap proses pendidikan anak.
“Kegiatan ini menjadi momen penting yang mempererat silaturahmi antara orang tua, guru, dan siswa. Kami dari komite sangat mendukung, karena ini juga menjadi bentuk rasa terima kasih atas dedikasi para guru yang telah membimbing anak-anak selama enam tahun terakhir,” ujarnya.
Syukuran ini juga diisi dengan doa bersama serta penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan siswa. Suasana haru tak terhindarkan, terutama saat para siswa menyampaikan salam perpisahan dan memohon doa restu untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Bagi banyak orang tua, momen ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang nilai kehidupan, kebersamaan, dan pengorbanan. Bagi para siswa, ini menjadi langkah awal dalam menata masa depan yang lebih cerah.
Dengan doa dan harapan, 14 siswa SDN 017 Sungai Guntung dilepas menuju perjalanan baru—berbekal ilmu, karakter, dan cinta dari sekolah yang telah menjadi rumah kedua mereka.**