Sekretariat Koordinator PG Kabupaten Inhu Lakukan Press Release Program Penghapusan Utang dan PINA

Selasa, 06 Mei 2025 | 10:49:23 WIB

Indragiri Hulu - Sekretariat Personal Guarantee (PG) Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, melakukan press release deklarasi tentang program Penghapusan utang debitur di Bank dan penggunaan investasi PINA oleh pemilik sistem Perbankan, pemilik global asset, dan pemilik dana Perbankan dunia. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Koordinasi Debitur Bank dan Pelayanan PINA Desa Petalabumi, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, pada Senin, 5 Mei 2025.

Koordinator PG, Cahyadi, S.Ag, M.Pd.I, membacakan deklarasi yang menyatakan bahwa pemilik sistem perbankan, pemilik dana, dan pemilik global asset adalah satu entitas yang secara sah dan terverifikasi memiliki jaminan berbentuk tunai, emas, dan surat berharga di seluruh Bank Sentral dari 209 negara di dunia.

Program Penghapusan Utang dan PINA

Deklarasi tersebut menyebutkan dua program utama, yaitu Program Penghapusan Utang Debitur Bank dan Program PINA untuk Ketahanan Pangan. Program Penghapusan Utang Debitur Bank bertujuan untuk membebaskan rakyat dan negara dari tekanan struktural akibat utang, sedangkan Program PINA bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan global, pembiayaan sektor riil dan pertanian, serta pembangunan infrastruktur pangan dan logistik.

Program Penghapusan Utang Debitur Bank berlaku secara global dan telah diimplementasikan untuk 209 negara, termasuk Indonesia, berdasarkan 24 dasar hukum nasional dan internasional. Program PINA adalah Investasi Non-APBN dan Non-APBD yang bersumber dari Pemilik Dana Global, yang disalurkan melalui sistem perbankan tanpa membebani keuangan negara.

Alasan Fundamental dan Dampak Global

Kebijakan ini diambil untuk menjawab situasi krisis global, yaitu prediksi krisis pangan dunia pada tahun 2027 dan stagnansi makro ekonomi yang melumpuhkan banyak negara. Program ini juga bertujuan memerangi kejahatan keuangan tingkat tinggi, seperti tindak pidana pencucian uang, tindak pidana pembiayaan terorisme, dan pendanaan senjata pemusnah massal.

Menuju Dunia Tanpa Perbudakan Utang

Cahyadi menyatakan bahwa era pembebasan telah tiba, dan dunia tidak boleh lagi tunduk pada sistem yang memperkaya segelintir dan menindas yang banyak. Melalui penghapusan utang dan Investasi PINA, diharapkan dapat membangun dunia yang berdaulat secara pangan, berdaulat secara ekonomi, dan berdaulat secara kemanusiaan.

"Marilah kita sambut beradaban baru ini dengan rasa syukur, kehati-hatian, dan komitmen bersama demi kemajuan umat manusia," ujar Cahyadi menutup deklarasi.(sur)

Terkini