Diduga Pungli Pembelian BBM Pakai Jerigen di SPBU Batu 4 Sebesar Rp 10 Ribu Jadi Sorotan

Sabtu, 08 Maret 2025 | 16:44:12 WIB
SPBU Batu Empat Bagansiapiapi yang merupakan unit usaha dari BUMD PT SPRH Perseroda Rokan Hilir diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait adanya Pungli dalam pembelian BBM menggunakan jerigen sebesar Rp 10 Ribu. (Abdul Arif Rusni, RiauKarya)

BAGANSIAPIAPI - SPBU Batu Empat Bagansiapiapi yang merupakan unit usaha dari BUMD PT SPRH Perseroda Rokan Hilir diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait adanya Pungutan Liar (Pungli) dalam pembelian BBM menggunakan jerigen sebesar Rp 10 Ribu.

Ini diketahui dari adanya aduan masyarakat yang meminta kejelasan terkait uang Pungli Rp 10 ribu per jerigen yang mengalir ke mana saja, dan diduga ada oknum-oknum terkait yang ikut menikmati.  

Diketahui ada lebih kurang ratusan jerigen setiap harinya yang mengisi BBM di SPBU Batu Empat Bagansiapiapi, sehingga didapat uang yang tidak sedikit dari hasil Pungli tersebut.

Masyarakat sebenarnya merasa kesal terhadap hal ini, apalagi pembelian BBM menggunakan jerigen ini lebih diutamakan. Apakah ini karena adanya keuntungan di sana?

"Pembelian menggunakan jerigen ini sebenarnya diperuntukkan untuk nelayan, hanya saja ini dimanfaatkan oleh pihak SPBU," ungkap masyarakat.

Sebenarnya masyarakat yang nelayan membutuhkan BBM jenis Solar untuk aktivitasnya sehari-hari, bukan BBM bersubsidi Pertalite yang malah diprioritaskan untuk pengisian jerigen.

Masyarakat dan nelayan mengharapkan persoalan yang demikian ini segera dibenahi, karena perbuatan Pungli ini sudah berlangsung lama hingga sekarang.

"Kalau dihitung-hitung ada ribuan jerigen setiap bulannya, dan diperkirakan uang Pungli yang terkumpul bisa mencapai miliaran rupiah," jelas salah seorang masyarakat.

Sementara untuk pembelian BBM bersubsidi, Pertalite menggunakan jerigen masih diperbolehkan oleh Pertamina kepada beberapa kelompok masyarakat dengan menggunakan surat rekomendasi. Biasanya untuk kelompok petani, nelayan, UKM (usaha kecil dan menengah) yang memiliki surat rekomendasi.

Surat rekomendasi bisa didapatkan dengan berkonsultasi dengan pemerintah desa setempat dan tidak boleh diperjualbelikan. Hal itu bertujuan agar penyaluran BBM subsidi semakin tepat sasaran.

Kemudian jumlah BBM subsidi yang diizinkan dibeli masyarakat dengan menggunakan jerigen ditentukan oleh dinas/instansi terkait disesuaikan dengan kebutuhan dan besar usahanya.

Pertamina juga menyarankan agar masyarakat tidak membeli BBM menggunakan jerigen yang berbahan plastik. Sementara di SPBU Batu Empat Bagansiapiapi diketahui semua pembelian menggunakan jerigen berbahan plastik.

Tentu hal ini bertentangan dengan Pertamina, karena di dalam jerigen plastik ada listrik statis, jadi tidak memenuhi aspek safety yang dapat memicu api dan menyebabkan kebakaran. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan jerigen berbahan aluminium bisa lebih aman. (rif)

Tags

Terkini