Satu Deretan Rumah di Desa Kotabaru Siberida Terbakar, Darnawanti Memekik Minta Pertolongan

Senin, 18 September 2017 | 16:41:27 WIB

 

INHIL - 8 unit rumah di Jalan Suka Mulya, Desa Kotabaru Siberida, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kembali berkobar, (18/9/2017) siang.

 

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Inhil, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dolifar Manurung, S.IK., M.Si, melalui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Keritang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sutono, HS, menceritakan bahwa kejadian kebakaran tersebut, pertama sekali diketahui oleh saksi Darnawanti yang melihat api sudah menyala di rumah tetangganya.

 

Sontak, saksi langsung keluar dan memekik minta tolong kepada masyarakat lain, namun setelah Darnawanti keluar, ternyata rumah lain yang satu deretan, juga sudah terbakar.

 

Kondisi bangunan yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membakar habis 8 unit rumah.

 

Personel Polsek Keritang dan masyarakat, berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya. Api baru dapat dikuasai sekitar pukul 12.00 WIB.

 

Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian keseluruhan di perkirakan sekitar Rp.405.000.000 (empat ratus lima juta rupiah). Saat ini, kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Keritang.

 

Adapun korban dalam musibah tersebut adalah :

1. M. Saleh Bin Abdul Samad, umur 51 tahun, pekerjaan Swasta, alamat TKP. Kerugian ditaksir sekitar Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah).

2. H. Muin, umur 55 tahun, pekerjaan Tani, alamat Pasar Kotabaru Desa Kotabaru Siberida (pemilik 4 unit rumah kontrakan). Kerugian ditaksir sekitar Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah).

3. Saleh, umur 50 tahun, pekerjaan Swasta, alamat TKP. Kerugian ditaksir sekitar Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah).

4. Alimuddin, umur 70 tahun, pekerjaan Tani, alamat TKP. Kerugian ditaksir sekitar Rp.80.000.000 (delapan puluh juta rupiah) 

5. Eko, umur 20 tahun, pekerjaan Swasta, alamat TKP. Kerugian ditaksir sekitar Rp.25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah).(***)

Terkini