Reses di Bagan Punak Pesisir, Sutiyo Pramono 'Nanang' Komitmen Bangun Kampung Halamannya Tersebut

Selasa, 10 Desember 2024 | 14:03:50 WIB
Sutiyo Pramono atau yang akrab disapa Nanang turun kelapangan melaksanakan reses dan mengambil aspirasi masyarakat, serta berdialog dengan masyarakat kampung halamannya di Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Kecamatan Bangko, Senin (9/12/2024). (Abdul Arif)

ROHIL - Setelah resmi dilantik menjadi anggota dewan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masa jabatan 2024 - 2029, Sutiyo Pramono atau yang akrab disapa Nanang turun kelapangan melaksanakan reses dan mengambil aspirasi masyarakat, serta berdialog dengan masyarakat kampung halamannya di Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Kecamatan Bangko, Senin (9/12/2024).

Sebelum menjadi anggota dewan, Nanang dulunya tinggal di Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir dikediaman pribadinya. Kini rumahnya tersebut telah ditempati keluarganya, dan sekarang dia bertempat tinggal di Kepenghuluan Bagan Punak Meranti.

Saat reses di kampung halamannya itu, Nanang turut didampingi oleh istri tercintanya Masriana, dan juga dihadiri Pj Penghulu Bagan Punak Pesisir Sarinah, Staf Sekwan Rohil, kepala dusun, ketua RT, pemuka masyarakat, serta berbagai kalangan masyarakat Bagan Punak Pesisir mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu dan para pemuda.

Dalam kesempatan itu, Pj Penghulu mengucapkan ribuan terimakasih kepada anggota dewan yang sudi melaksanakan reses di Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir guna menyerap aspirasi masyarakat.

"Apapun keluh kesah masyarakat semoga dapat ditindaklanjuti sesuai bidang bapak dewan. Kalau dapat dibantu oleh bapak dewan, alhamdulillah," ungkapnya.  

Sementara Sutiyo Pramono dalam sambutannya menyampaikan, bahwa DPRD yang juga dibilang legislatif memiliki tiga fungsi, pertama legislasi yang berfungsi membuat perundang-undangan, kedua berfungsi mengusulkan dan mengajukan aspirasi masyarakat yang nanti akan dieksekusi oleh eksekutif yaitu pemerintah, kemudian apabila ajuan tersebut diterima pemerintah, maka masuk ke tugas ketiga yaitu pengawasan.  

"Nanti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kepenghuluan berada dibawah bidang Nanang di komisi, walaupun komisi ini belum dikukuhkan, insyaallah ketika komisi ini nanti selesai, maka sampaikanlah apa keluhan dari masyarakat seperti semalam di Bagan Punak Meranti masyarakat meminta bola lampu penerangan jalan, saya langsung ke Dinas Perhubungan dan langsung turun kelapangan menanggapi ajuan masyarakat tersebut," paparnya.

Dialog dengan masyarakat yang dilakukan Nanang akan menjadi pokok pikiran (pokir) yang nanti akan dibahas di DPRD dan selanjutnya diajukan ke pemerintah.

Dalam reses itu, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasinya, salah satunya yang disampaikan Ketua RT 10, Khaidir mewakili masyarakat di tiga RT di Bagan Punak Pesisir, mengenai akses Jalan Pasir menuju ke Jalan Lingkar Kepenghuluan Bagan Punak Meranti supaya dilakukan pengerasan jalan agar mudah dilewati masyarakat khususnya petani. Kemudian dia juga meminta untuk mengaktifkan tali air agar banjir tidak lagi terjadi.

Selanjutnya Juhari mewakili masyarakat Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir khususnya Jalan Pasir mengucapkan terimakasih kepada anggota DPRD Rohil Sutiyo Pramono yang tetap ingat dengan kampung halamannya.

Juhari juga menyampaikan hal yang sama mengenai kendala masyarakat Jalan Pasir dan Jalan Rintis untuk menuju ke Jalan Lingkar, dimana akses jalan belum memadai.

Dia juga mengusulkan untuk program irigasi persawahan atau cetak sawah, karena para petani di Bagan Punak Pesisir sudah pernah mengalami gagal tanam akibat lahan pertanian dilanda banjir. Di Daerah Bagan Punak Pesisir itu juga memiliki lahan pertanian yang sangat luas, untuk itu diperlukan akses jalan dan akses irigasi.

Selanjutnya Azuar Ali, warga Bagan Punak Pesisir Dusun Cempaka RT 17 yang sehari-hari sebagai petani juga mengeluhkan setiap tahunnya mengalami gagal dalam penanaman akibat lahan pertanian dilanda banjir serta masuknya air pasang yang hingga mencapai ketinggian selutut.

Azuar Ali juga berharap betul akses Jalan Pasir menuju ke Jalan Lingkar diprioritaskan di tahun 2025, dan meminta untuk diperhatikan juga seluruh akses jalan yang ada di Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir.

Kemudian warga RT 16, Anisa mewakili kaum ibu-ibu meminta bantuan lampu penerangan jalan. Ini supaya pada malam hari ibu-ibu nyaman mau ke kedai, karena rumah masyarakat disana tidak banyak sehingga jalanan terlihat gelap.

Selanjutnya Sutiyo Pramono menanggapi usulan-usulan masyarakat tersebut. Pertama untuk pengerasan Jalan Pasir menuju Jalan Lingkar yang diajukan masyarakat sudah menjadi prioritasnya dan akan diperjuangkan betul. Bagaimana perkembangannya nanti kedepan akan disampaikan ke masyarakat.

"Jika ini tidak terealisasi, maka saya akan menjumpai kembali masyarakat, karena akses tembus ke Jalan Lingkar yang berjarak tiga kilo dari sini kurang lebih akan memakan dana Rp 6-7 Miliar untuk pengerasan jalan, mudah-mudahan nanti bisa saya realisasikan, karena saya ini baru perdana anggota dewan dari kampung kita ini," tegasnya.  

Kemudian untuk pembersihan dan penggalian akan diusahakan sebelum masuk bulan September sebelum musim penghujan sudah dikerjakan. Pembersihan sungai-sungai yang sempit ini akan dilakukan survei kelapangan terlebih dahulu untuk mengetahui kemana air itu bisa turun.  

"Anggaran kita ini ada dua di APBD murni dan APBD perubahan. Supaya ini bisa cepat akan kita usahakan dengan dana rutin di Dinas PUTR," ucapnya.  

Seterusnya untuk usulan dari petani juga akan diprogramkan Sutiyo Pramono agar para petani di Bagan Punak Pesisir bisa berhasil, dimana dalam tiga tahun terakhir ini para petani mengalami kegagalan akibat banjir. Untuk menangani permasalahan pertanian ini juga, Sutiyo Pramono akan meminta Dinas Pertanian mendatangkan arsitek.

Kemudian untuk program sawah dan irigasi sawah akan diusahakannya dalam satu atau dua tahun ini, termasuk juga untuk penerangan jalan, Sutiyo Pramono akan menjumpai Kepala Dinas Perhubungan agar dilakukan pemasangan lampu penerangan di Jalan Pasir ini.

"Usulan-usulan ini kalau ada hak kami untuk pokir akan kami jadikan pokir, kalau tidak akan kami ajukan ke pemerintah," terangnya.

"Saya juga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya karena telah memilih saya menjadi dewan, insyaallah Bagan Punak Pesisir kampung kita ini akan menjadi basis kita untuk dewan," tutur Nanang. (rif)

Tags

Terkini