BAGANSIAPIAPI - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melakukan hearing dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Rohil untuk membahas program-program yang ada di Baznas, Selasa (30/7/2024) di Ruang Banmus DPRD Rohil, Bagansiapiapi.
Dalam hearing tersebut, Komisi D DPRD Rohil menginginkan agar Baznas Rohil membagusi programnya supaya lebih baik, supaya setiap kegiatan Baznas itu harus diekspos agar masyarakat tau bahwa Baznas ini punya kegiatan.
Setelah itu dijelaskan Ketua Komisi D DPRD Rohil Elfarinda, bahwa pihaknya tadi sengaja memanggil setiap Unit Pengumpul Zakat (UPZ) supaya kerjasama antara Baznas dan UPZ ini bisa berjalan dengan baik, sehingga nanti disetiap UPZ itu ada pengumpulan, dan supaya pengumpulan itu bisa berjalan lebih baik lagi.
"Sekarang ini tidak berjalan karena mungkin ada kendala, makanya kami mengharapkan Baznas lebih memperbaiki kinerjanya agar kedepannya lebih bagus," harapnya.
Elfarinda juga menyebutkan, beberapa hal yang disampaikan dalam hearing itu supaya Baznas melalui UPZ nya bisa menarik perhatian masyarakat Rohil terutama mereka yang mempunyai rezeki berlebih bisa menginfakkan ataupun menzakatkan hartanya ke Baznas, dan Baznas ini bisa bertambah penghasilannya diluar dari pemotongan penghasilan dari PNS.
Sekarang ini lanjutnya, Baznas Rohil mendapat penghasilan cuma dari pemotongan gaji dari ASN. Kedepannya seperti apa Baznas ini bisa merangkul pengusaha-pengusaha dan perusahaan-perusahaan yang ada di Rohil ini melalui UPZ-UPZ yang ada disetiap kecamatan.
"Makanya kami dari Komisi D, karena kita bermitra dengan BAZNAS ini, mengharapkan supaya UPZ-UPZ yang ada disetiap kecamatan itu diaktifkan, supaya mereka bisa mensosialisasikan ataupun bisa mereka merangkul pengusaha-pengusaha serta perusahaan yang berada di kecamatan masing-masing untuk bisa membayarkan zakatnya di Baznas Rohil untuk menambah pendapatan Baznas," ujarnya.
Komisi D DPRD Rohil juga mengharapkan supaya adanya pemerataan penyaluran dari Baznas tersebut. Menurut pandangan Ketua Komisi D, bahwa Baznas ini sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun terbatasnya anggaran yang mereka dapatkan itu, dikarenakan ada kendala-kendala dilapangan seperti daerah-daerah yang tidak bisa mereka jangkau. (rif)