INHU - Warga Simpang 4 Belilas Kecamatan Seberida khususnya, di gegerkan dengan berita jagat Maya dengan adanya seorang pria meninggal dunia secara tidak wajar, pria tersebut meninggal dengan cara gantung diri.
Menurut informasi yang didapatkan dari Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Seberida, AKP Yudha Efiar SH, Pada hari Jumat, 4 Oktober 2024 sekira pukul 09.00 Wib telah diterima laporan dari masyarakat bahwa adanya penemuan seorang laki-laki diketahui atas nama Denzel Ariskam (27) didalam sebuah rumah dalam keadaan Meninggal Dunia (MD) dengan keadaan leher tergantung, ucap Kapolsek.
Mengetahui hal tersebut kemudian Kapolsek beserta 4 (empat) orang anggota langsung menuju TKP yang berada di Gang Damai 3, RT 019 RW 005, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau.
Kapolsek Seberida AKP Yudha Efiar SH memaparkan kronologi kejadian, bahwa pada hari Jum'at tanggal 4 Oktober 2024 sekira pukul 09.00 Wib pada saat saksi Sdri. Asrina Aris yang merupakan orang tua Almarhum pulang dari Puskesmas Pangkalan Kasai menuju rumah dikarenakan untuk mengambil berkas.
Namun sesampainya dirumah saksi terkejut melihat Almarhum/Jenazah (anak saksi) sudah dalam keadaan gantung diri dan dalam keadaan Meninggal Dunia (MD), di konsen pintu kamar, terdapat 1 (satu) helai tali tambang warna putih yang melilit di leher Almarhum, dan ada kursi disebelahnya, tutur Kapolsek.
Lebih lanjut Kapolsek menyebutkan, mengetahui hal tersebut kemudian saksi menghubungi pihak Puskesmas Pangkalan Kasai untuk dilakukan visum. Setelah dilakukan visum oleh dr. Alfajar Harahap terhadap Jenazah/Almarhum Sdra. Denzel Ariskam sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau pun luka lebam lainnya pada tubuh almarhum. Pada saat dilakukan visum didampingi oleh Kanit Identifikasi Sat Reskrim Polres Inhu AIPDA Wndi Raka Siwi, Piket Fungsi Sat Reskrim Polres Inhu AIPDA Jatenra dan Piket ResIntel Polsek Seberida.
Selanjutnya pihak keluarga membuat surat pernyataan bahwa tidak bersedia di Outopsi dan tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.
Sementara itu hasil pemeriksaan di TKP kata Kapolsek, pada saat itu korban ditemukan meninggal dunia dengan posisi tergantung dengan seutas tali yang mengikat dileher korban dan ujung lainnya mengikat diatas kosen pintu.
Korban posisi tergantung namun kaki korban masih menyentuh lantai, lidah korban menjulur keluar dan mengeluarkan air urine, sperma dan feses. Pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga dilakukan pendobrakan, paparnya lagi.
Hasil introgasi pimpinan kerja korban di Pegadaian, Almarhum tidak ada masalah dalam pekerjaan, namun, korban pernah cerita bahwa pernah mencoba untuk bunuh diri menggunakan tali pinggang ditempat yang sama namun tali pinggang tersebut putus sehingga korban mengurungkan niat untuk bunuh diri.
Dari hasil pemeriksaan di Handphone korban, Korban memiliki masalah keluarga dan korban ada komunikasi dengan tantenya di Padang bahwa korban ada permasalahan keluarga, jadi disimpulkan diduga korban nekat gantung diri ada permasalahan keluarga.
Kesimpulan dari hasil Visum di Puskesmas dengan dr. Alfajar Harahap, Korban diperiksa dalam kondisi sudah meninggal dunia, dileher korban terdapat bekas ikatan tali melingkar, terdapat lebam mayat di bagian lengan dan badan, ditemukan cairan sperma di kemaluan korban, korban juga mengeluarkan urine sehingga celana korban basah dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.***