Riaukarya.co. Natuna- Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia (BRGM RI) melakukan survei lokasi mangrove di Kecamatan Pulau Subi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Peninjauan dilakukan guna memastikan apakah diwilayah tersebut terdapat mangrove lebat, sedang atau jarang.
Ketika dimintai tanggapan melalui Kedeputian Pemberdayaan Masyarakat Subpokja Kepri Babel, Fauzul Adi Baskoro, mengatakan peninjauan ini dilakukan bukan berarti pemerintah pusat telah memprogramkan penanaman mangrove di wilayah tersebut.
"Kita hanya melakukan survei bang, karena yang menentukan layak tidak layaknya jika nanti lihat hasil dari survei, perlu saya sampaikan untuk penanaman mangrove di pulau ini belum diprogramkan, kita hanya melakukan survei," kata Fauzul, Sabtu (1/6/2024) malam.
Lebih lanjut dikatakannya, masyarakat harus paham hingga tidak berasumsi bahwa kegiatan yang ia lakukan ini secara serta merta langsung di programkan.
"Kita minta kepada masyarakat tidak mengira kegiatan survei ini langsung di beri bantuan bibit mangrove, sekali lagi saya katakan ini baru survei," pintanya.
Ditempat terpisah Alfian (50) , salah seorang warga Desa Meliah, menyambut baik dengan kegiatan peninjauan tersebut.
Karena menurut dia Pulau Subi, harus ada penghijauan mangrove untuk mencegah terjadinya pengikisan pasir akibat air laut.
"Dulu beberapa tahun lalu pernah ada pembibitan diberikan oleh pemerintah, namun hasilnya tidak maksimal akibat kurangnya sosialisasi," ungkapnya.
Dengan demikian dirinya berharap pemerintah segera bertindak terkait permasalahan ini, agar pantai bisa terjaga dengan baik.
"Semoga jika nanti ada program pemerintah untuk pembibitan mangrove nantinya tepat sasaran dan tidak sia-sia," pungkas Alfian.
Adapun dari peninjauan, hanya wilayah Desa Meliah Timur, yang memiliki mangrove lebat.(RK/Zani)