Natuna- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, mengaku sampah yang berserakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang bertempat di Kecamatan Bunguran Timur, itu tidak akan menjadi wabah penyakit.
Demikian dikatakan Hikmat Aliansyah, ketika dimintai tanggapan media ini melalui pesan singkatnya, Selasa (9/1/2024) siang.
"Posisi jauh dari pemukiman, jadi kalau masalah kesehatan kemungkinan jauh," ucapnya singkat.
Ketika ditanyai apakah nyamuk DBD tidak akan menjelajahi ke rumah-rumah warga akibat tumpukan sampah tersebut?, Hikmat menjawab tidak. Karena kata Hikmat, nyamuk memilki daya jelajahnya sekitar 100 meter.
"Ya betul," cetusnya.
Namun, tanggapan itu sangat bertolak belakang oleh Kapala Puskesmas (Kapus) Ranai, Nazri.
Menurut Nazri, sampah kalau tidak tepat pengelolaannya akan sangat berbahaya bagi manusia.
Karena, sampah tempat di senangi jenis-jenis kuman penyakit dan binatang-binatang pembawa penyakit seperti tikus.
"Bahkan akibat sampah bukan hanya karena penyakit menular yang di bawa parasit dan kuman penyakit, melainkan sampah juga bisa membuat lingkungan sekitarnya tercemar dan menjadi toxic yang berakibat penyakit pada manusia," papar Nazri.
"Apalagi saat ini di Kabupaten Natuna musim penghujan, jika dibiarkan sampah-sampah plastik menampung air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk, akhirnya kita bisa kena DBD," tambahnya pula.
Sebagai informasi tambahan, Januari 2024 sudah ada satu kasus DBD. Sehingga Kapus Ranai minta masyarakat tetap waspada pada tempat-tempat penampungan air, sampah kaleng bekas atau ban bekas.(RK/Zani)