29 Sekolah Ikut Festival Drumband/Marching Band se-Rohil Jenjang SD-SMA

Senin, 24 Oktober 2022 | 00:02:50 WIB
Bupati Afrizal Sintong didampingi Wabup Sulaiman, Ketua PKK Sanimar, Forkopimda, Sekda Ferry H Parya dan Kadis Dikbud Asril Arief beserta istri berfoto bersama para peserta drumband/marching band, Minggu (23/10/2022). (Abdul Arif Rusni, Riaukarya.com)

ROHIL - 29 sekolah ikut berpartisipasi dalam rangka memeriahkan HUT Rohil ke-23 dengan mengikuti perlombaan drumband/marching band yang di taja Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan dihadiri pengurus PDBI Provinsi Riau. 

Festival drumband/marching band dibuka pagi ini, Minggu (23/10/2022) oleh Bupati Rohil Afrizal Sintong, SIP di tengah cuaca hujan gerimis. 

Bupati mengatakan, dewan juri event ini dari beberapa pengurus PDBI kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau. 

Bupati selaku pemerintah daerah mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh yang berpartisipasi dalam perlombaan, baik dari pengurus PDBI provinsi yang dihadiri sekretaris maupun pengurus Kabupaten Rokan Hilir.

"Harapan kita kepada anak-anak yang berpartisipasi dapat menambah wawasan untuk bisa tampil di muka umum atau ditonton oleh masyarakat," sebutnya. 

Seluruh OPD termasuk Forkopimda hadir menyaksikan acara pada pagi hari ini. "Kami dari pemerintah mengapresiasi karena ini luar biasa, ramainya masyarakat yang hadir, antusias masyarakat dengan perlombaan begini. Ini kegiatan positif yang kita lakukan," tuturnya. 

Sekolah-sekolah sebut bupati, baik kepala sekolah maupun koordinator sekolah dan Dinas Pendidikan juga sangat luar biasa. "Tentunya ini kita pertahankan kalau perlu kita perlombakan setiap tahunnya dan termasuk ada piala bergilir. Inilah untuk menampilkan anak-anak kita, dan saya rasa orangtua menyiapkan anak-anak mungkin dari subuh tadi untuk bisa tampil menjadi yang terbaik pada pagi hari ini," katanya. 

Sementara Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rohil, Asril Arief S.Sos menyampaikan, untuk sekolah yang mengikuti festival drumband/marching band tahun ini tingkat SD 17 peserta, SMP 6, dan SMA 6.

Kadis Dikbud mengatakan, melihat dari sejarahnya kemarin setelah terhenti dua tahun karena covid, dengan adanya HUT ke-23 tahun ini, festival drumband/marching band kembali digelar karena awalnya tak diagendakan karena takut persiapan tidak ada. Tapi ternyata para siswa-siswi ini sudah dipersiapkan di sekolah-sekolah.

"Ini inisiatif pak bupati diadakan kegiatan ini. Acara ini sedikit keterlambatan waktu karena menyesuaikan dengan kegiatan bupati, karena yang harus membuka tentu bupati makanya kita sesuaikan jadwalnya. Kemarin kalau kita undurkan juga tentu tidak bisa karena anak-anak akan ujian, makanya hari inilah kesempatan yang bisa dan kita lihat layak untuk diadakan lomba ini," jelasnya.

Asril berharap, dari festival tersebut melahirkan bibit yang mahir memainkan alat-alat drumband/marching band sehingga ditarik menjadi atlit di tingkat provinsi.

"Harapan kita dengan adanya ini, anak-anak banyak yang direkrut jadi berkelanjutan dan mudah-mudahan ini ada berkesinambungan karena PDBI tingkat provinsi disamping mereka menjadi juri juga mencari bibit-bibit anak-anak kita," sebutnya. 

Untuk membantu sekolah-sekolah yang belum memiliki drumband, Disdikbud akan memperhatikan kondisi keuangan APBD, karena ada beberapa sekolah yang sudah mengajukan proposal untuk pengadaan alat-alat drumband. Jika nanti memungkinkan untuk diadakan atau dibantu sekolah itu akan dilihat kondisi di 2023.

"Kalau kira-kira memungkinkan kita bantu. Kita dengan kepala-kepala sekolah menyampaikan apabila ada dianggaran lain misal dana bos yang bisa di swit untuk pengadaan alat-alat bisa ditabung dan bisa untuk beli sendiri," ungkapnya.

Kemudian mengenai pendanaan festival drumband/marching band itu dibantu partisipasi dari sekolah-sekolah. (rif) 

Tags

Terkini