PEKANBARU - Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Harvick Hasnul Qolbi mengunjungi Pekanbaru dalam kegiatan peresmian Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Pemuri, penyerahan KUR, penanaman kacang tanah, dan Panen Cabai Bersama tepatnya di Kelurahan Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (1/4/).

Dalam kesempatan ini, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru yang telah lama bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, memperkenalkan produk keripik tempe hasil karya warga binaan lapas. Selain keripik, tempe sebagai bahan bakunya juga dibuat langsung oleh para narapidana penghuni lapas di bawah kepemimpinan Desi Andriyani sebagai Kalapas.
"Ini benar dibuat oleh warga binaan? Wahhh, bagus sekali ya. Salam kepada saudari-saudari di sana, semoga sukses dalam berkarya dan menimba ilmu agar nanti bebas bisa menjadi manusia yang mandiri. Jangan terulang kembali perbuatan melanggar hukum," pesan Harvick yang terkagum-kagum menerima titipan hasil karya WBP. Harvick turut berterima kasih kepada Dinas Pertanian Pekanbaru yang ikut memberi pembinaan.
Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Mhd. Jahari Sitepu pun tak henti-hentinya memberi dukungan kepada Lapas Kelas II A Pekanbaru. "Sebagai tempat pembinaan, sudah menjadi kewajiban kita memberikan ilmu dan keterampilan kepada saudara-saudara kita warga binaan. Saya salut dengan pembinaan di Lapas Perempuan Pekanbaru, dari pagi hingga petang, full diisi dengan berbagai kegiatan. Semoga nanti bebas, mereka menjadi manusia yang lebih baik lagi," kata kakanwil.
Jahari menceritakan pembuatan tempe di Lapas Perempuan Pekanbaru telah berjalan selama lebih kurang setahun yang dibimbing Balai Penyuluhan Pertanian Kulim Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru.
"Produk tempe dan keripik tempe ini juga dipasarkan didalam dan warung-warung di luar lapas. Keuntungannya sebagaian disetor ke negara sebagai PNBP dan sebahagian lagi untuk modal serta upah warga binaan sebagai pekerja. Saya senang, karena warga binaan bisa produktif dan berkarya. Ada juga beberapa warga binaan yang setelah bebas melanjutkan usaha tempe ini. Ilmunya didapat di lapas ini," sebut Kakanwil tersenyum bangga.