PEKANBARU - Petugas Pos Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru bernama Yuriza membuktikan bahwa dia petugas dengan sigap dan siaga. Dia berhasil melakukan penangkapan 2 pelaku penipuan di sekitar area depan Lapas Perempuan Pekanbaru dengan modus penipuan pura-pura memesan makanan (soto) mengatasnamakan Lapas Perempuan Pekanbaru, Senin (30/3) sekitar pukul 11.20 WIB.
Mendengar berita ini, Kepala Kanwil Kemenkumham Riau sangat mengapresiasi kinerja petugas lapas yang sangat peka dengan lingkungan sekitarnya.
“Bagus sekali. Layak dapat penghargaan. Petugas Pos wasrik memang dituntut waspada dan bisa membaca situasi. Terima kasih, karena telah bermanfaat banyak bagi masyarakat sekitar,” ucap Kakanwil.
Keamanan lingkungan dalam dan sekitar luar lapas merupakan tanggungjawab yang harus diemban bersama dengan menjalin kolaborasi dengan masyarakat.
Jahari menjelaskan kronologis kejadian yang dimulai ketika petugas Wasrik melakukan pengejaran bersama korban dan dibantu oleh polisi dari Polda Riau yang kebetulan berapa di cafe depan Lapas Perempuan Pekanbaru. Setelah pertempuran sengit dengan berkejar-kejaran, pelaku dapat ditangkap dan diamankan Petugas Pintu Utama (P2U) yang membantu pengejaran. Petugas kemudian dibawa menghadap Kalapas dan dilaporkan ke Polsek Bukit Raya.
Pelaku melakukan penipuan dengan modus memesan soto untuk hari esok ke Lapas Perempuan Pekanbaru, namun pelaku meminta korban untuk ikut bersama pelaku menggunakan sepeda motornya. Setelah sampai di lapas, pelaku meminta korban untuk meninggalkan HP di dalam jok motor pelaku yang kemudian pelaku melarikan diri dan korban berteriak meminta tolong ada pencurian. Setelah dilaporkan, kemudian Polisi dari Polsek Bukit Raya beserta Babinkamtibmas datang menjemput pelaku dan korban untuk dimintai keterangan.