KUANSING - Plt Bupati Kuansing Drs. H Suhardiman Amby mengaku terkejut karena masih ada di Kecamatan Benai yang belum mengenyam pengaspalan jalan sama sekali. Hal itu terungkap, saat PLt Bupati Drs.H Suhardiman Amby berdialog dengan peserta Musrenbang, di Kecamatan Benai Kamis (17/2/22).
Sebelumnya, Plt. Kades Desa Pulau Kalimanting Dodi Hermanto, menjelaskan sejak Kuansing berdiri, Desa Kalimanting belum pernah merasakan pengaspalan jalan, padahal hal ini di usulkan tiap tahun di ajang Musrenbang.

"Untuk itu bersama masyarakat, dirinya berharap bisa di akomodir pada tahun 2023 mendatang," ujar Dodi Hermanto.
Selain itu, masih di desa yang sama, Kepala SD Pulau Kalimanting, Asri berharap pembangunan Ruang Kelas Baru ( RKB ) , serta pagar sekolah. Saat ini RKB nya sudah rusak, sedang pagar sekolah tidak ada sama sekali.
Terkait hal itu, Plt Bupati Drs H Suhardiman Amby minta Dinas PUPR untuk merespon hal ini, demikian juga Dinas Pendidikan. Jika memang prioritas, maka segera laksanakan sesuai ketersediaan anggaran, tegas Suhardiman.
Selain hal di atas, pada tahun 2022 ini Pemkab Kuansing akan melaksanakan pembangunan antara lain Rekonstruksi jalan koto Benai, Pembangunan jalan produksi Sungai kandi Desa Tebing Tinggi, mobiler SD Kalimanting, Benai Kecil, serta lainnya, tegas Suhardiman.
Sementara Camat Benai, Okstaria Dwi Gustin SIP, MSi mengungkapkan sejumlah usulan prioritas yang diajukan pada Musrenbang kali ini.
Menurut Okstaria, mengusulkan pagar kantor Camat Benai, rehab kantor UPTD kesehatan, pembangunan perpustakaan Desa Banjar Lopak, rehab SD Pulau Kalimanting.
"Pembangunan jalan Koto Benai, Talontam, Pasar Benai, jaringan listrik gunung kesiangan, aspal jalan Tanjung Simandolak dan Pulau Kalimanting," jelas Okstaria.
Selain itu di gawe Musrenbang itu, Camat juga minta pihak Swasta untuk andil dalam pembangunan kecamatan Benai, khususnya PT. Duta Palma.
Pengrajin Sepatu Kulit Benai butuh uluran rangan pemerintah. Kami akan carikan Bapak Angkat Talontam Benai, selain sektor pertanian, Benai kini juga sudah mulai dikenal dengan produksi sepatu, dompet , tali pinggang dan kerajinan dari jenis kulit.
Namun sejauh ini belum ada campur tangan pemerintah, untuk kemajuan usaha kecil ini, ujar Rudi pengrajin sepatu asal Talontam Benai di sela Musrenbang kecamatan Benai ,Kamis siang.
Menurut Syafrudi atau akrab disapa Rudi, pria kelahiran Langkat Sumut, 31/12/80 , mengaku sudah 3 tahun berdomisili di Talontam Benai.
Rudi mengaku meneruskan usaha orang tua, Almarhum Pak Molen atau Mahyudin, yang sudah 9 tahun merantau di Benai.
'Sampai saat ini pembinaannya mandiri, belum ada bantuan pemerintah," akunya.
Rudi mengakui pernah ikuti pelatihan pembuatan sepatu di Sidoarjo ,tepatnta di Kompeks Tanggulanggin Jatim, dengan kualifikasi punya standart Inggris. Hasil produksi yang kita hasilkan saat ini, sangat berkualitas dengan harga terjangkau. Saat di tanya apa saja yang sudah di produksi, Rudi menjelaskan mulai dari sepatu pria, wanita, dompet, ikat pinggang, dompet mobil hingga tali jam siap kira produksi, terang Rudi.
Rudi juga menyebutkan produksinya sudah di pakai sejumlah pejabat Kuansing, seperti Plt Bupati, Sekda, Camat dan Kadis Kopindag serta sejumlah pegawai di Kuansing, aku Rudi.
Terkait hal itu, Plt Bupati Drs Suhardiman Amby menegaskan, akan mencarikan pemodal untuk pengembangan usaha tersebut. Saya minta Kadis Kopindag proaktif untuk pengembangan usaha ini, pintanya.
Menyikapi arahan PLT Bupati, Kadis Kopindag Kuansing Azhar Ali mengaku sudah melakukan pembinaan secara bertahap. Untuk waktu ke depan, pihaknya sudah berkomitmen bersama PT RAPP untuk membantu pengembangan dan permodalan usaha sepatu tersebut, jelas Azhar. Sedang untuk jangka pendek, pihaknya sudah menggandeng Bazda untuk masalah permodalan dan pengembangan usaha.
"Ke depan kita akan jadi kan kecamatan Benai jadi sentra penghasil sepatu, seperti hal nya Cibaduyut di Bandung," terang Azhar.